Selasa, 02 Desember 2014

About Linux File System


     File system merupakan database khusus untuk penyimpanan, pengelolaan, manipulasi dan pengambilan data, agar mudah ditemukan dan diakses. File System memiliki dua bagian:
  1. Kumpulan file yang masing-masingnya menyimpan data-data yang berhubungan.
  2. Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem.
     File system merupakan interface yang menghubungkan sistem operasi dengan disk. Ketika program menginginkan pembacaan dari harddisk atau media penyimpanan lainnya, sistem operasi akan meminta file system untuk membuka file yang diminta tersebut. File system akan mencari lokasi dari file yang diinginkan. Setelah file itu ditemukan, file system akan membaca file tersebut kemudian mengirimkan informasinya kepada sistem operasi dan akhirnya bisa dibaca oleh kita.

     Berikut adalah file system yang ada di Linux
  1. Ext2 – Second Extended File System 2
  • Deskripsi dan Tujuan:
               Ext2 pertama kali dikembangkan dan diintegrasikan pada kernel Linux, dan sekarang ini                 sedang dikembangkan juga penggunaannya pada sistem operasi lainnya.

              Tujuannya adalah untuk membuat suatu file system yang powerful, yang dapat                                 mengimplementasikan file-file semantik dari UNIX dan mempunyai pelayanan advance                       features.

  • Kemampuan:
  1. File system Ext2 mampu menyokong beberapa tipe file yang standar dari UNIX, seperti regular file, directories, device special files, dan symbolic links.
  2. Ext2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
  3. File system Ext2 mampu menghasilkan nama-nama file yang panjang. Maximum 255 karakter.
  4. Ext2 memerlukan beberapa blok untuk super user (root).

      2. Ext3 – Third Extended File System
  • Deskripsi dan Tujuan:
              Ext3 merupakan suatu journalled file system, journalled file system didesain untuk                          membantu melindungi data yang ada di dalamnya. Dengan adanya journalled filesystem, maka            kita tidak perlu lagi untuk melakukan pengecekan kekonsistensian data, yang akan memakan              waktu sangat lama bagi harddisk yang berkapasitas besar.

              Ext3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk digunakan pada sistem operasi                   Linux. Ext3 merupakan hasil perbaikan dari Ext2 ke dalam bentuk Ext2 yang lebih baik dengan          menambahkan berbagai macam keunggulan.

  • Kelebihan:
  1. Ext3 tidak mendukung proses pengecekan file system, bahkan ketika system yang belum dibersihkan mengalami “shutdown”, kecuali pada beberapa kesalahan hardware yang sangat jarang.
  2. Hal seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke dalam disk dalam suatu cara sehingga file system-nya selalu konsisten.
  3. Waktu yang diperlukan untuk me-recover Ext3 file system setelah system yang belum dibersihkan dimatikan
  4. Tidak tergantung dari ukuran file system atau jumlah file; tetapi tergantung kepada ukuran “jurnal” yang digunakan untuk memelihara konsistensi. Jurnal dengan ukuran awal (default)
  5. Membutuhkan sekitar 1 sekon untuk recover (tergantung dari kecepatan hardware).

     3. Ext4 – Fourth Extended File System

  • Deskripsi dan Tujuan
              Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang          secara default memiliki versi kernel tersebuat atau di atas nya otomatis system anda sudah                  support Ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya) selain itu versi e2fsprogs                harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.

  • Kelebihan:
  1. Telah dinyatakan stabil dan didukung sejak kernel linux 2.6.28.
  2. Didesign untuk memberikan performance yang lebih baik dan peningkatan kemampuan.
  3. Dapat meningkatkan daya tampung maksimal filesystem ke 1 Exa Byte (1,048,576 Tera Byte), dengan ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya, Fast fsck, Journal checksumming, Defragmentation support.
  4. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan pengecekan hardisk (fsck yang mana pada Filesystem Ext3, setiap 20­30 kali mount).
  5. Berdasarkan test benchmark yang dilakukan oleh beberapa benchmarker, Filesystem Ext4 memiliki keunggulan performance yang significant dalam menulis dan membaca file berukuran besar.
  6. Filesystem Ext4 menyisihkan filesystem lain seperti xfs, jfs, Reiserfs dan Ext3. Dalam kasus Ubuntu 9.04, filesystem Ext4 di curigai sebagai faktor utama yang mempercepat waktu boot Ubuntu 9.04. Filesystem Ext4 juga meningkatkan umur hidup media flash seperti SSD. Karena filesystem Ext4 tidak melakukan penulisan data layaknya Filesystem Ext3 yang menulis beberapa kali.

      4. JFS
  
                          JFS adalah IBM Journal FileSystem- Merupakan filesystem pertama yang menawarkan                    journaling. JFS sudah bertahun-tahun digunakan dalam IBM AIX ® OS sebelum digunakan ke            GNU / Linux. JFS saat ini menggunakan sumber daya CPU paling sedikit dibandingkan                      filesystem GNU / Linux yang lain. Sangat cepat di format, mounting dan fsck, dan memiliki                kinerja sangat baik, terutama berkaitan dengan deadline I / O scheduler. (Lihat JFS.) Tidak                  didukung seluas ext atau ReiserFS, tapi sangat matang dan stabil.

0 komentar:

Posting Komentar